Visi

Visi

Untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengelola kekayaan sumber daya alamnya secara arif dan bertanggungjawab terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Dalam konteks ini, Kemajuan Sumber Daya Manusia menjadi dasar bagi sebuah daerah untuk mengelola Sumber Daya Alam guna mensejahterakan masyarakat yang memang merupakan “mandat” konstitusi yang juga cermin dari keinginan, cita-cita dan pemikiran para pendiri bangsa (founding fathers). Keadaan ini dapat tercapai bilamana kemajuan tidak hanya pada Sumber Daya Manusia, juga Maju di sektor pertanian, pangan, energi dan lain-lain, maka Sumsel Maju dapat menjelma menjadi sebuah daerah terkemuka di Indonesia. Karena itu, visi yang kami usung adalah “ SUMSEL MAJU “

Kondisi Maju itu adalah situasi yang ingin dicapai oleh daerah Sumatera Selatan dimasa depan. Kondisi ini tidak hanya mampu menjawab kebutuhan daerah Sumsel, juga dapat berpartisipasi dalam mengatasi krisis global yang berkaitan dengan pangan (food), energi (energy), dan air (water), adapun rumusan yang sederhana bagi daerah Sumsel Maju tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, daerah Sumsel mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang Maju, dalam arti :

  •  Masyarakat Sumsel memiliki pengetahuan, keterampilan, kejujuran dan etos kerja (kerja keras).
  • Masyarakat Sumsel memiliki pendidikan tinggi yang professional, produktif, dan responsif terhadap perkembangan lokal dan global.
  • Masyarakat Sumsel juga memiliki pendidikan moral yang berbasis agama, nilai-nilai lokal, dan falsafah Pancasila.
  • Masyarakat Sumsel, khususnya kaum perempuan Sumsel memiliki kemampuan menciptakan kesetaraan dan keadilan gender.

Kedua, daerah Sumsel mempunyai rancangan pembangunan pertanian, perkebunan dan perternakan yang Maju dan berkelanjutan, yang memungkinkan menjadi daerah Sumsel sebagai daerah penghasil pangan yang Maju dan terdepan, dalam arti :

  • Kehidupan petani Sumsel makin sejahtera karena produksinya tak hanya diserap pasar, juga diserap oleh pemerintah provinsi sehingga petani tidak dipermainkan harga pasar;
  • Lahan dan tanaman Petani mendapatkan perlindungan dari pemerintah provinsi melalui asuransi lahan;
  • Pemerintah berusaha menjaga melalui Perda agar lahan petani yang menjadi sumber kehidupan petani tidak beralih fungsi;
  • Daerah yang memiliki perkebunan karet rakyat dan industri perkebunan;
  • Daerah yang memiliki peternakan dan industri peternakan yang mampu memenuhi kebutuhan akan gizi yang layak.

Ketiga, daerah Sumsel yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), terutama yang berkaitan dengan kekayaan tambang, yang memungkinkan Sumsel sebagai daerah lumbung energi nasional yang Maju, dalam arti;

  • Daerah yang mampu mengelola sumber daya energi berupa gas alam, gas metan, minyak bumi, batu bara dan energi terbarukan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;
  • Daerah yang mampu mengembangkan industri hulu dan hilir di sektor pertambangan secara berkelanjutan.

Keempat, daerah Sumsel yang memiliki identitas kultural yang Maju, dalam arti daerah yang mempunyai budaya lokal dan pengetahuan lokal yang mampu memberi solusi dan menjawab tantangan global, yaitu;

  • Kebudayaan lokal yang Maju adalah kebudayaan lokal yang mampu menjadi identitas kultural bagi daerah Sumsel, di samping itu kebudayaan tersebut dapat menjadi modal kultural bagi daerah Sumsel dalam membangun identitas kultural;
  • Kebudayaan lokal yang Maju adalah kebudayaan lokal yang dikembangkan dan dapat menjadi dasar dalam mengelola dan mengatasi kesenjangan dan konflik sosial sehingga terbangun tatanan kehidupan sosial yang penuh toleransi dan kedamaiannya.

Kelima, daerah Sumsel yang memiliki pemerintahan yang Maju, dalam arti;

  • PemerintahanDaerah yang bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme;
  • Pemerintahan Daerah yang lebih mengutamakan pelayanan publik;
  • Pemerintahan Daerah yang responsif, transparansi, dan akuntabel.