Rawan ‘Money Politik’, Tim Herman Deru Ajak Rakyat Kawal Pilkada Sumsel

Rawan ‘Money Politik’, Tim Herman Deru Ajak Rakyat Kawal Pilkada Sumsel

Dua bulan jelang diselenggarakannya Pilkada Sumsel, banyak muncul spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya hujan money politic.

Hal ini bahkan diamini oleh direktur SMRC Djayadi Hanan. Menurutnya, di akhir menjelang hari pemungutan suara kemungkinan terjadinya money politic memang sangat tinggi.

Bahkan, dia memprediksi, kandidat yang akan keluar menjadi pemenang di kontestasi Pilkada Sumsel adalah pasangan calon yang punya banyak uang.

Menanggapi hal ini, Tim Herman Deru menyebut, kecendrungan praktik money politic merupakan sinyal bahaya bagu arah demokrasi di Sumsel.

Tim Herman Deru menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang serius dan mengancam merusak pesta demokrasi.

Karenanya, mereka mengajak rakyat Sumsel untuk bergabung dalam gerakan Satuan Anti Politik Uang Sumatera Selatan (SAPU Sumsel) .

Koordinator SAPU Sumsel, Dani Ahmad Daelani menjelaskan, pasukan sukarelawan yang akan memantau politik uang di Sumsel kini telah dibentuk dan personilnya terus bertambah.

Mereka, kata dia, akan bertugas di semua TPS di Sumsel untuk memantau terjadinya transaksi ‘pembelian suara’, penukaran suara dengan sembako dan sejenisnya.

“Semua bentuk pelanggaran yang masuk kategori politik uang akan kita pantau,” kata Dani kepada wartawn, Rabu (11/4/2018).

Dani mengaku gerah dengan kabar miring yang belakangan berkembang, bahwa pemenang Pilkada di Sumsel akan ditentukan dengan adu kuat money politic. Apalagi, pandangan ini juga diamini oleh pengamat.

Menurutnya, statemen ini telah melukai perasaan orang Sumsel.

“Apa iya orang Sumsel mau menukar suaranya dengan uang receh atau bungkusan sembako yang tidak seberapa itu?. Jadi seharusnya justru rakyat dihimbau agar menyukseskan Pilkada bersih dan fair,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Herman Deru, Sahrun Shobri mengajak rakyat Sumsel bergabung dalam gerakan anti politik uang.

Kata dia, posisi Herman Deru yang saat ini unggul di semua survei, tidak boleh kalah karena lawan membeli suara.

“Kami berharap penyelenggara (KPU dan Bawaslu) bisa melaksanakan Pilkada dengan fair dan pengawas yaitu Bawaslu bisa mengawasi dengan seksama dan jangan main mata dengan yang punya kuasa. Rakyat mengawasi kalian,” tegas Sahrun. (TEROPONGSENAYAN/fid)