Ibu Adalah Sekolah Kehidupan

Ibu Adalah Sekolah Kehidupan
Ibu Adalah Sekolah Kehidupan

Peran ibu dalam kehidupan sungguh mulia; mengandung, melahirkan bayinya dengan susah payah hingga mendidik sampai anaknya menjadi dewasa.  Pengorbanannya tidak akan terbalaskan oleh apa pun dan kita sepatutnya terus berbakti kepada ibu dengan tulus dan ikhlas.

Bagi Calon Gubernur Sumsel Herman Deru, Ibu adalah orang pertama dan utama yang menjadikan seseorang bisa mengembangkan dirinya, belajar, berusaha dan berdedikasi untuk bangsa dan negaranya.

“Saya teringat pesan guru agama waktu kecil, “Alummu madrosatul ula” yang artinya ibu adalah sekolah pertama. Sebagai guru  tanpa pamrih penuh perhatian, menyayangi dan mengasihi anaknya,” kata Herman Deru seusai shalat Jum’at di Palembang (6/10).

Herman Deru mengajak rakyat Sumsel untuk merenungkan kembali posisi ibu dalam konteks kehidupun yang sering kita sepelakan karena terlampau mencintai capaian yang telah didapat, hingga merasa cukup berbakti pada ibu dengan memberikan limpahan harta.

Ketika seseorang menjadi dewasa memang punya kewajiban untuk menjalankan roda kehidupan rumah tangga. Berpisah dengan ibunya, sibuk dengan seabrek pekerjaannya yang biasanya memperhatikan ibunya sebatas materi.

“Ibu melakukan segala-galanya untuk menjadikan anaknya bisa tumbuh dan mampu hidup sampai dewasa. Bagi saya, berbakti pada ibu tidak akan menutup pintu rezeki kita. Bahkan ada ungkapan, surga itu berada di bawah telapak kaki seorang ibu,” katanya.

Herman Deru menyampaikan ibu adalah sekolah kehidupan, yang telah meluluskan anaknya sampai mumpuni berkiprah di masyarakat. “Saya bersyukur bisa menjalani kehidupan ini sampai akhirnya dipercaya jadi bupati dua periode hingga diminta untuk mencalonkan kembali di Pilgum Sumsel 2018. Semuanya berkat ibu saya yang mendidik penuh cinta dan kasih sayang,” pungkasnya.

Sumber: Forum Sumsel