Pilkada Sumsel, Tim HD Kedepankan Kampanye yang Santun

Pilkada Sumsel, Tim HD Kedepankan Kampanye yang Santun

Pilkada Sumsel 2018 yang akan berlangsung delapan bulan lagi telah terasa amat hangat, seakan masa pemungutan suara akan berlangsung besok lusa. Kampanye para bakal calon telah dimulai cukup lama bahkan kini sudah memasuki tahap beradu program, adu produk dan argumen. Suasana pertempuran sudah terasa di pohon-pohon tak berdosa yang ditancapi paku alat-alat peraga para bakal peserta, demikian juga di sosial media. Yang terakhir ini malah jauh lebih panas, karena di dalamnya telah terjadi bukan hanya saling sanjung kandidatnya tapi juga saling serang dan menjatuhkan.

Saat diminta tanggapannya oleh media terkait persaingan yang semakin panas, juru bicara tim pemenangan Herman Deru, Noversa mengatakan timnya siap untuk mengikuti dan akan mentaati aturan yang ada. Walau belum resmi ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPUD, namun aturan yang ada juga etika yang umum berlaku pasti akan menjadi acuan.

“Kami di HD Center selalu mengedepankan kampanye yang santun, taat hukum dan mengedepankan silaturahmi serta kedamaian. Para bakal kontestan yang ada itu kan semua saling kenal, bersaudaralah kita ini semua. Jadi tak elok jika saling menjatuhkan. Itu kampanye kuno, cara lama, sudah bukan zamannya lagi,” ujarnya.

Noversa menjelaskan, Herman Deru selalu memberi arahan dan cukup tegas meminta semua tim pemenangan mentaati aturan hukum dan mengedepankan silaturahmi dan kekeluargaan. Tentu yang namanya berkompetisi akan ada suasana beradu. Mungkin adu program, adu argumen, berlomba siapa yang terbaik. Bisa saja ada saling kritik tetapi sudah pasti harus dalam koridor untuk mencari yang terbaik bagi rakyat. Semua harus bermuara pada kepentingan rakyat. “Dalam konteks itu Bang HD mengajak para kontestan di Pilgub Sumsel 2018 ini ber-fastabiqul khoirot, berlomba dalam kebaikan. Siapa yang terbaik silakan dipilih,” ungkap Noversa yang merupakan sepupu Herman Deru itu.

Noversa juga mengajak tim lain untuk berkompetisi secara fair. Ia mengingatkan, banyak sekali aturan yang bisa menyeret pelanggarnya ke penjara terutama dalam hal penggunaan sosial media. “Fitnah, hasutan, perbuatan tak menyenangkan semua ada pidananya. Demikian juga ujaran kebencian, penyeberan konten kebencian dan hasutan ada pidananya. Jangan sampai pilkada justru mengakibatkan orang yang tidak mengerti malah dipenjara. Jadi memang semua harus berkomitmen menyukseskan pilkada ini lancar, aman, damai,” tutupnya.

Sumber: Indopolitika.com