Pengamat: Limpahan Strong Supporter Syahrial Oesman Akan Mengukuhkan Kemenangan Herman Deru

Pengamat: Limpahan Strong Supporter Syahrial Oesman Akan Mengukuhkan Kemenangan Herman Deru

Palembang – Ketua Partai Nasdem Sumatera Selatan yang juga tokoh pembangunan Sumsel Syahrial Oesman menyatakan bersedia menjadi ketua tim pemenangan pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya pada perhelatan Pilgub Sumsel 2018. Syahrial bahkan tengah mempersiapkan deklarasi paslon yang diusung tiga partai politik yaitu PAN, Nasdem dan Hanura. Rencananya deklarasi akan digelar pada tanggal 7 Januari 2018 di Benteng Kuto Besak, Kota Palembang.

Dalam keterangannya, Syahrial Oesman selaku ketua tim pemenangan akan memimpin langsung prosesi deklarasi. Pendiri klub Sriwijaya FC ini mengklaim akan mengerahkan ribuan pendukungnya untuk hadir dan mendengar pidato politik pasangan calon Herman Deru – Mawardi Yahya. Pada kesempatan itu juga Syahrial akan memberi instruksi kepada pendukung setianya untuk memantapkan hati dan membulatkan tekad mememangkan pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018 – 2023.

Menanggapi turun gunungnya tokoh besar Sumatera Selatan untuk memenangkan Pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya, pengamat politik dari Lembaga survei Politik Indonesia (LSPI) Muchtar S Shihab menyatakan, Syahrial memiliki basis suara tersendiri. Apabila suara pendukung Syahrial Oesman ini patuh kepada instruksinya, maka pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya akan mendapat limpahan suara luar biasa. “Strong supporter Syahrial Oesman itu memcapai 10 persenan, ini akan memberi kontribusi dahsyat dan dapat mengukuhkan kemenangan pasangan ini,” ujarnya kepada wartawan di Palembang, (29/12).

Lebih jauh Muchtar menilai, bergabungnya kekuatan Syahrial Oesman, Herman Deru dan Mawardi Yahya akan menjadi mimpi buruk bagi Dodi Reza Alex, apalagi jika nantinya Dodi berpasangan dengan calon wakil gubernur yang bukan vote getter. “Kalau pasangannya Dodi hanya punya elektabilitas di bawah 3 persen, itu jelas bukan tokoh. Jadi ujungnya hanya melengkapi persyaratan saja. Artinya dari sisi strategi akan terbaca mudah, Dodi akan benar-benar mengandalkan pendukung setia bapaknya sendiri yakni gubernur menjabat sekarang,” pungkasnya.( Fied)