Pengamat: Isu yang Diusung Herman Deru Lebih Mudah Diterima Publik

Pengamat: Isu yang Diusung Herman Deru Lebih Mudah Diterima Publik

Palembang – Lembaga Kajian Komunikasi Politik (LKKP) mencoba mempelajari akun kampanye kandidat dan pertarungan ide, gagasan dan dialektika kampanye di sosial media para kandidat di Pilgub Sumsel. Koordinator studi konten kampanye LKKP Ahmad Mahalli menjelaskan, dari para kandidat yang ada sebagian besar sudah memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan sosial media sebagai sarana kampanye. Hanya saja masih banyak yang berkampanye secara monolog atau sepihak, belum terjadi dialog program apalagi sesama kandidat.

Ahmad menyatakan baru Herman Deru yang mengangkat isu berbasis data dan disajikan dengan gambar yang enak dilihat dan mudah dicerna. Herman Deru berhasil membangun argumen perlunya perubahan dengan memperbandingkan keadaan Sumsel dengan provinsi lain. Konten kampanyenya kebih mudah diterima publik.

Melihat kesiapan bakal paslon peserta pilkada dan kandidat yang ada, tampak terlihat pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya lebih siap untuk berkompetisi. Kampanye yang mereka gelar sudah menggunakan pendekatan modern dan kekinian. Bahkan isu yang diangkat dalam kampanyenya adalah isu yang bermuara pada membangun kesadaran pentingnya perubahan.

“Deru berhasil membuka mata publik bahwa kegemilangan yang selama ini digembor-gemborkan Alex Noerdin ternyata tidak sepenuhnya benar. Banyak kekurangan di sana-sini,” ujarnya dalam rilis yang dikirimkan ke media, 2 Januari 2018.

Ahmad menambahkan, Herman Deru juga menggunakan data dan referensi penerbit datanya untuk menjelaskan apa saja yang harus diperbaharui. Ahmad menilai Deru misalnya berhasil membongkar data kalau selama enam tahun terakhir indeks pembangunan manusia (IPM) Sumsel selalu berada di baeah rata-rata IPM nasional. Pada kasus lain, kata Ahmad, Deru juga menjelaskan kalau IPM Sumsel berada di posisi ke-9 dari 10 provinsi se-Sumatera.

“Kampanye berbasis data seperti ini akan berdampak positif. Itu kampanye bernuansa krtitis dan menuntut semua pihak mencari solusinya,” ujarnya.

Ahmad Mahalli berharap setelah jelas siapa saja pasangan calon peserta pilkada resmi terdaftar akan terjadi dialog interaktif yang kritis dan bernuansa edukatif. Tentu pihak petahana, yang kemungkinan besar akan disandang bebannya oleh putera kandung gubernur menjabat, harus memberi tanggapan atas data yang diajukan oleh kubu penantang.

“Membalas data harus dengan data. Jangan data dibalas dengan marah atau dengan argumen yang merendahkan martabat calon. Era kini telinga harus tebal, sumbu harus panjang, pikiran harus jernih. Kalau begitu kampanye akan sehat. Yang muncul dalam kampanye adalah dialektika positif, perdebatan berbasis data, fakta dan analisa,” pungkasnya.

DikEtehaui, tidak kurang dari seminggu lagi pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Di Sumatera Selatan sendiri seminggu jelang pendaftaran, baru satu pasangan calon yang telah memenuhi kelengkapan persyaratan yakni pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya.

Pasangan ini didukung PAN, Nasdem dan Hanura. Sementara itu kandidat lain masih belum jelas, apakah akan mendapat pasangan atau satu sama lain akhirnya berpasangan. Kandidat yang belum memenuhi syarat membangun argumen sedang menunggu keputusan DPP PDI Perjuangan. Para kandidat yang mengharapkan berpasangan dengan kader PDIP adalah Ishak Mekki, Dodi Reza Alex dan Aswari Riva’i.

Menurut kabar yang santer terdengar, DPP PDI Perjuangan kemungkinan akan memberi rekomendasi kepada Giri Ramanda Kiemas untuk menjadi wakil Dodi Reza Alex. Jika itu terjadi, maka Eddy Santana Putra dan Irwansyah harus gigit jari.

Sumber: Akurat.co

https://news.akurat.co/id-151288-read-pengamat-isu-yang-diusung-herman-deru-lebih-mudah-diterima-publik