Jadi Gubernur Sumsel, Herman Deru Bakal Larang Truk Batubara dan Pengangkut Kayu Pakai Jalan Umum

Jadi Gubernur Sumsel, Herman Deru Bakal Larang Truk Batubara dan Pengangkut Kayu Pakai Jalan Umum

Geliat rakyat Palembang mempersiapkan diri untuk sukseskan Pilgub Sumsel 2018 sudah mulai terasa produktif, yang dikemas dengan ragam diskusi dan perdebatan program sesama kandidat maupun pendukungnya. Salah satu yang mengemuka ke publik adalah problem kemacetan yang terjadi di jalinsum (jalan lintas Sumatera) terutama dari Lahat ke Palembang.

Kondisi jalan Jalimsum yang rusak, penuh dengan truk pengangkut batur bara dan kayu diduga kuat penyebab waktu tempuh Palembang-Lahat menjadi 10 Jam. Calon Gubernur Heman Deru menyimak seksama dan memberikan solusi, seharusnya truk angkutan batu bara dan pengangkut kayu itu numpang di jalan umum itu, bukan sebaliknya hingga truk-truk besar itu leluasa menguasai jalan umum.

Rakya Sumsel kebanyakan yang gunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum berusaha dengan susah payah menghindari kemacetan dengan menempuh jalan alternatif. “Ini harus dicarikan solusi jangan dibiarkan begitu saja penderitaan setiap hari warga yang kemacetan di jalan umum akibat truk besar itu, masa sih satu dasawarsa gak bisa selesaikan persoalan ini,” ungkapnya saat dihubungi sesaat setelah silaturahim dengan warga Talang Kelapa di Palembang (06/11).

Deru menegaskan jika diberi amanah memimpin Sumsel, masalah kemacetan kemacetan itu akan diselesaikan. Ia menegaskan akan melarang angkutan batu bara dan truk trailer pengangkut kayu memakai jalan umum dan untuk mereka disediakan jalan khusus. Tidak akan ada itu dispensasi-dispensasi yang jelas-jelas melanggar peraturan yang dibuat sendiri. “Kan ada itu Perda No. 5 tahun 2011 tentang pelaksanakan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Bunyi pasal 52 ayat 2 Perda jelas menyebut, perusahaan batubara harus memiliki jalan khusus batu bara. Nah untuk pengangkut kayu bisa kita ajukan perdanya, karena sudah punya dampak sama dengan truk pengangkut batu bara,” pungkasnya.

Susi Martini (49) warga Muara Enim menyambut dengan suka cita komitmen Deru untuk selesaikan masalah truk batu bara dan kayu. Ia menyatakan problem kemacetan itu sesungguhnya sudah amat menyebalkan, yang lebih mengherankan semua adalah penataan angkutan batu bara dan kayu tidak pernah serius dilakukan pemerintah.

“Jadi tentu kami sangat mendukung niat baik Pak Herman Deru untuk membenahi lalu lintas. Warga sudah resah dengan konsidi jalanan yang macet. Memang benar kami kalau ke Palembang harus menempuh waktu yang lama dan itu sangat menggangu waktu kami,” terang Susi.

Sementara itu Ayub Ma’ruf warga Lahat menyatakan dukungannya pada Herman Deru jika pembenahan Jalinsum benar-benar dilakukan. Ia menyesalkan banyaknya oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, angkutan batubara dan truck dengan muatan kayu bebas melintas di jalan umum padahal seharusnya di jalan khusus. Ia berharap dibawah kepemimpinan Deru tidak ada lagi dispensasi-dispensasi yang ujungnya akan merugikan rakyat.