Hindari Polemik, Paslon Ini Ajak Warga Fokus Program Perubahan

Hindari Polemik, Paslon Ini Ajak Warga Fokus Program Perubahan

Pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya akhirnya menjadi pasangan pertama yang mendapat SK Persetujuan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur atau Model B.1-KWK PARPOL yang telah ditandatangani oleh pimpinan partai politik pengusung. Walau masih ada pihak yang berkeberatan dan atau sangat kecewa dengan fakta politik dan administrasi tersebut namun kubu Herman Deru justru mengajak melangkah lebih jauh yakni fokus pada bursa masalah dan solusinya.

“Persyaratan kami untuk mendaftar ke KPUD sudah lengkap. Berikutnya adalah konsolidasi dengan partai pengusung dan relawan sekaligus mempersiapkan deklarasi dan nantinya mendaftar ke KPUD awal Januari 2018,” ujar Deru dalam keterangan resminya, Jumat (22/12).

Bupati OKU Timur dua periode ini menyatakan akan lebih fokus pada penyempurnaan dan melengkapi program perbaikan dan perubahan Sumsel. Masukan dari masyarakat akan jadi pertimbangan untuk penentuan skala prioritas. “Ada banyak sekali keluhan rakyat itu. Jalan rusak, kejahatan tinggi, petani terpuruk, cari kerja susah, kemiskinan tinggi, ketimpangan lebar dan seterusnya. Jadi kita fokus ke sana,” tandasnya.

Deru meyakinkan bahwa program-programnya adalah program yang sesuai dengan kebutuhan rakyat Sumsel. Yang utama membenahi kekurangan serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas atas program yang sudah berjalan baik.

Deru manambahkan, program andalannya adalah mewujudkan Sumsel maju yang ditandai dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat, turunnya angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan mewujudkan keadilan kawasan. Itu semua bisa dicapai jika semua bersatu dan bekerja sungguh-sungguh. Membuka akses antar kawasan dan membangun kawasan bisnis di wilayah barat menjadi urgen.

“Penerbangan ke Linggau dan Pagar Alam sudah dibuka, ini kesempatan memgembangkan kawasan itu setara atau mendekati Palembang. Dengan demikian akan ada sentra bisnis, pendidikan dan kesehatan di barat dan timur,” ujarnya.

Terakhir, Deru mengajak semua pihak khususnya rekan sejawat para kandidat untuk tetap menjalin silaturahim dan persaudaraan. Ia mengajak para peserta pilkada itu nantinya, berapapun pasangan yang muncul, untuk adu program. Kontes solusi atas banyak sekali persoalan di Sumsel. Intinya, mau melanjutkan masalah atau mau memperbaikinya.

Deru menghimbau para peserta pilkada untuk menghindari kampanye hitam, fitnah, hoaks dan sejenisnya. “Jangan sampai pilkada Sumsel makan korban. Ada yang dipenjara gara-gara kampanye SARA, ujaran kebencian, fitnah, hoaks dan pelanggaran UU ITE lainnya. Kita bangun kontes indah dalam bingkai fastabiqul khoirot. Yang terbaiklah yang seharusnya dipilih dan menang,” pungkasnya.

Sumber: Akurat.co